Akhlak Dalam Ajaran ISLAM


"Akhlak yang baik adalah Identitas setiap Muslim"

Akhlak memiliki keistimewaan tersendiri di dalam ajaran Islam, dimana posisi dan eksistensi akhlak sangat penting dan esensial yang harus dimiliki oleh segenap umat Muslim. Seperti sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam , “Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan keluhuran akhlak.” (HR. Malik). Kemudian ketika beliau ditanya mengenai makna agama, beliau menyatakan “bahwa agama adalah akhlak yang baik”

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa suatu saat rashulullah pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk syurga. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab :
“Taqwa kepada Allah dan Akhlak yang Baik.” (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Lihat Riyadus Sholihin no.627, tahqiq Rabbah dan Daqqaq).

Karena keburukan akhlak adalah sesuatu yang sangat dibenci, sampai-sampai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdo’a:

اَللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَيَهدِي لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أنْتَ وَاصْرِفْ عَنَّي سَيِّئَهَا لاَيَصْرِفُ سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah tunjukkanlah aku untuk berhias dengan akhlak yang terbaik karena tidak ada yang bisa menunjukkan kami kepada hal itu kecuali Engkau, dan jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk dan tidak ada yang bisa menjauhkan aku darinya kecuali Engkau”

Kemudian dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam At Tirmidzi dengan sanad yang shahih beliau memanjatkan do’a:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَراَ تِ الأَخْلَاقْ وَالأَعْماَلْ وَالأَهْواء وَالأَدْواءِ

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari berbagai kemungkaran akhlak, amal perbuatan yang mungkar, hawa nafsu, dan segala macam penyakit”

Dan tidaklah Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari keburukan akhlak kecuali karena memang keburukan akhlak adalah sesuatu yang sangat merugikan.

Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menasehati sahabatnya, beliau shalallahu ‘alahi wasallam menggandengkan antara nasehat untuk bertaqwa dengan nasehat untuk bergaul
dan berakhlak yang baik kepada manusia sebagaimana hadits dari abi dzar, beliau berkata bahwa rashulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Tirmidzi, ia berkata: hadits hasan, dan dishahihkan oleh syaikh Al Salim Al Hilali).

Dalam timbangan (mizan) amal pada hari kiamat tidak ada yang lebih berat dari pada aklak yang baik, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam :

“ Sesuatu yang paling berat dalam mizan (timbangan seorang hamba) adalah akhlak yang baik.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, dishahihkan Al Bani. Lihat ash Shahihah Juz 2 hal 535).

Juga sabda beliau : “ Sesungguhnya sesuatu yang paling utama dalam mizan (timbangan) pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.” (HR. Ahmad, dishahihkan al Bani. Lihat Ash Shahihah juz 2 hal.535).

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu berkata : Rashulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya orang yang paling saya kasihi dan yang paling dekat padaku majelisnya di hari kiamat ialah yang terbaik budi pekertinya.” (HR. Tirmidzi dengan sanad hasan. Diriwayatkan juga oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Lihat Ash shahihah Juz 2 hal 418-419).

Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa akhlak yang paling baik memiliki keutamaan yang tinggi. Karena itu sudah sepantasnya setiap Muslim/Muslimah untuk membiasakan dan melatih setiap hari agar akhlak yang baik selalu mengiringi setiap langkah & tingkah laku nya.

Dan yang perlu di ketahui bahwa ukuran baik atau buruk suatu akhlak bukan dilihat menurut selera individu, bukan pula hitam putih akhlak itu menurut ukuran adat yang dibuat manusia. Karena boleh jadi, yang dianggap baik oleh adat bernilai jelek menurut timbangan syari’at atau sebaliknya.

Jelas bagi kita bahwa semuanya berpatokan pada syari’at, dalam semua masalah termasuk akhlak. Allah sebagai Pembuat syari’at ini, Maha Tahu dengan keluasan ilmu-Nya apa yang mendatangkan kemashlahatan/kebaikan bagi hamba-hamba-Nya.

Wallahu ‘aklam Bishshawab...